Saumlaki Series; Lermatang Mayor and His Matakau

Sore hari aku sengaja berkunjung ke desa lermatang untuk bertemu dengan bapak kepala desa. Niat awalku bertemu dengannya adalah untuk melakukan kordinasi terkait dengan program pemberdayaan masyarakat rumput laut yang ada di desanya. Ini bukan pertama kalinya aku bertemu dengan beliau. Beberapa kali aku berjumpa di kediaman ataupun di kebun miliknya. Seperti hari ini, aku menemui beliau di kebun miliknya yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari tempat kediamannya.Saat aku datang, pak desa masih sibuk dengan pekerjaannya. Continue reading “Saumlaki Series; Lermatang Mayor and His Matakau”

Saumlaki Series; Society And Their Aid’s

Masyarakat dan bantuan

Perkenalanku dengan masyarakat desa yang akan aku dampingi rasanya tidak mendapatkan masalah yang berarti. Sebagai pendatang baru disebuah desa yang memiliki kultur dan budaya yang berbeda, diterima dengan baik merupakan suatu pengalaman yang tidak ternilai buatku. Aku datang dengan mambawa kental unsur peranakan sunda. Aku lahir di tanah Jawa, dan harus beradaptasi dengan masyarakat di timur Indonesia. Dari segi budaya perbedaannya sudah sangat mencolok. Continue reading “Saumlaki Series; Society And Their Aid’s”

Saumlaki Series; The Circle Of Germ Seaweeds In Yamdena Island

Lingkaran Bibit Rumput Laut Pulau Yamdena.

Mempelajari soal rumput laut adalah hal yang benar-benar baru untukku. Terlebih aku memang tidak memiliki pengetahuan dasar mengenai tanaman ini. Aku sendiri lulus dari fakultas teknik industri, dimana semua mata kuliah yang aku ambil tidak ada hubungannya dengan tanaman jenis ini. Meskipun google telah menyediakan dengan lengkap semua informasinya, namun tetap saja aku belum mampu membayangkan bagaimana tanaman ini bisa tumbuh subur sampai dijual bahkan di eksport ke seluruh dunia. Continue reading “Saumlaki Series; The Circle Of Germ Seaweeds In Yamdena Island”

Exploring Culinary at Square of Batu City

Berjalan kaki mengelilingi Kota Batu buatku memiliki kesenangan tersendiri. Bagaimana tidak, kota yang letaknya berada diperbukitan itu memiliki suhu yang sejuk, sehingga meskipun matahari sudah berada tepat diatas kepala, aku tetap tidak merasakan hawa panas sedikitpun. Berbekal flannel dibadan, sore itu aku turun dari kantor perintahan kota batu menuju alun-alun kota. Jaraknya tidak begitu jauh. Bila menggunakan kendaraan pribadi, dapat ditempuh dalam waktu 5 menit, sedangkan jika berjalan kaki, hanya ditempuh dalam waktu kurang lebih 20 menit. Karena aku rasa hari masih belum terlalu malam dan suhu yang lumayan dingin, aku memutuskan untuk berjalan kaki saja. Continue reading “Exploring Culinary at Square of Batu City”

WOT BATU – Sunaryo’s Spiritual and Transcendental Journey

Cuaca bandung hari itu sungguh tidak bersahabat. Hujan sudah turun sejak hari masih sangat pagi. Suhu yang terasa sangat dingin membuatku kembali menarik selimut dan kembali tertidur. Mumpung hari minggu, pikirku. Malam sebelumnya, aku dan seorang sahabatku berjanji untuk mengunjungi sebuah museum yang ada di kota Bandung. Kamipun berencana pergi tepat pukul 11.00. Sayangnya, hujan membuat rencana kami harus tertunda. Continue reading “WOT BATU – Sunaryo’s Spiritual and Transcendental Journey”

Tanabata, Speciality coffee shop in Banda Aceh

Tanabata Coffee Shop – Banda Aceh

Hari ini, aku ditemani seorang teman pergi mengunjungi kedai kopi yang ada di daerah ulee kareng, Banda Aceh. Bagi sebagian besar masyarakat Aceh, budaya ngopi sudah sangat mendarah daging dalam kehidupan sehari-harinya. Di Banda Aceh sendiri banyak ditemukan kedai kopi di berbagai sudut kotanya. Bahkan, saking banyaknya, aku kemudian menyebut kota ini sebagai kota seribu kedai kopi. Mulai dari kedai kopi biasa yang masih mengusung konsep tradisional, sampai kedai kopi modern dapat dengan mudah ditemukan di kota ini. Terbiasa dengan suguhan kopi tradisional, akhirnya aku diajak seorang temanku tersebut untuk merasakan sensasi kedai kopi modern yang lengkap dengan cita rasa kopi specialnya. Continue reading “Tanabata, Speciality coffee shop in Banda Aceh”

Peunayong Market, Chinatown in Syariah City

Peunayong Traditional Market Banda Aceh

Sebagai pejalan solo (baca : seorang diri), senang rasanya jika bisa berkunjung ke setiap pasar tradisional yang masih ada disetiap kota yang dikunjungi. Dalam kesempatan kali ini, aku tidak menyia-nyiakan sebuah ajakan dari seorang sahabat untuk menemaninya berbelanja ke pasar tradisional yang ada di Banda Aceh. Berbekal sebuah cacatan belanjaan, kamipun pergi dengan menggunakan kereta roda dua. Continue reading “Peunayong Market, Chinatown in Syariah City”

That Story Still Alive Here ; Nangroe Aceh Darusalam

Cerita itu memang masih ada disini, Nangroe Aceh Darusalam

Hah memang ceritanya apa? Judul diatas memang aku tulis sebagai salah satu cerita petualangan extreem ilegal yang aku alami di kota serambi mekah ini. Aceh, seperti yang banyak diberitakan media selalu kental dengan sebuah tanaman yang masuk dalam katagori narkotika. Bahkan, saat ini pemerintah Indonesia telah menetapkan tumbuhan tersebut kedalam jenis narkotika golongan I. Menurut Undang Undang Narkotika no 35 tahun 2009, Continue reading “That Story Still Alive Here ; Nangroe Aceh Darusalam”

Rocketstore x Rawk Street ; Proud To Used Local Brand

Rocket, Street and Rawk Store

Mengunjungi kota aceh sudah menjadi rencana perjalanku saat mengikuti sebuah acara di Medan. Rugi rasanya jika sudah jauh-jauh datang ke Medan, tapi tidak menyempatkan diri mengunjungi Aceh. Berbekal sebuah ransel dan peralatan perjalanan, akhirnya aku memberanikan diri untuk pergi mengunjungi Aceh, tentu setelah seluruh rangkaian acara di Medan usai. Aceh merupakan sebuah tempat dimana menurut banyak pemberitaan di media, bahwa kota ini adalah satu-satunya kota yang sangat menegakkan syariat islam. Continue reading “Rocketstore x Rawk Street ; Proud To Used Local Brand”