Saumlaki Series ; The Ending of Journey

Bandung.

Yeaay, Bandung. Itu adalah kalimat pertama yang aku ucapakan ketika travel trayek Bandara – Bandung tiba di poolnya. Aku tiba sekitar malam hari. Arlojiku saat itu menunjukan waktu 02.00, dini hari. Jalan Cihampelas, salah satu jalan iconik kota ini telah berubah. Aku melihat ada pembangunan sejenis jembatan tepat diatas jalannya. Entahlah itu bangunan apa, yang jelas rasanya aku harus kembali berkenalan dengan kota kelahiranku ini. Rasanya, baru kemarin sore aku harus kembali meninggalkan kota kelahiranku untuk kembali bertugas di perbatasan. Masih teringat jelas dalam ingatanku dimana di tempat yang sama dan dengan menggunakan armada travel yang sama, aku pergi meninggalkan kota bandung tercinta ini. lebay memang, namun itulah adanya. Continue reading “Saumlaki Series ; The Ending of Journey”

Saumlaki Series; Sopi, Tradition and Negotiation.

Alotnya negosiasi dalam menetapkan harga jual rumput laut akhirnya selesai. Aku berhasil menurukan 20 persen dari anggaran biaya yang aku bawa untuk membeli satu ton bibit rumput laut ke Saumlaki. Setelah panjar aku bayarkan, akupun pulang dengan suasana hati yang tenang. Satu masalah selesai, batinku. Ada tiga desa yang aku datangi untuk mencari keberadaan bibit rumput laut ini. Continue reading “Saumlaki Series; Sopi, Tradition and Negotiation.”

Saumlaki Series; The Potential of Lermatang Village.

Potensi desa lematang 

Jalanan berbatu nan panas itu tidak menyurutkan perjalananku untuk sampai di sebuah desa yang lokasinya berjarak 25 kilometer dari pusat kota Sumlaki. Beruntung, pembangunan akses jalan sedang dikerjakan sehingga beberapa ruas jalan sudah mulai terasa nyaman. Continue reading “Saumlaki Series; The Potential of Lermatang Village.”